Jumat, 14 Oktober 2016

SOAL-SOAL : PEMISAHAN CAMPURAN

SOAL-SOAL : PEMISAHAN CAMPURAN
1.    Perubahan materi dari padat menjadi gas tanpa disertai fase cair disebut …..
a.    Menyublim *
b.    Mengembun
c.    Membeku
d.    Mencair
e.    Menguap
2.    Pembakaran tergolong perubahan kimia karena …..
a.    Pada pembakaran selalu menghasilkan api
b.    Selalu dihasilkan zat berupa asap
c.    Pada pembakaran selalu terjadi yang berlangsung cepat
d.    Selalu dihasilkan zat yang sifat dan jenisnya berbeda dari zat asal*
e.    Selalu dihasilkan arang, asap, dan uap air disertai nyala api
3.    Di antara zat berikut yang merupakan unsur adalah …..
a.    Air murni (senyawa)
b.    Besi*
c.    Garam (senyawa)
d.    Gula (senyawa)
e.    Cuka (senyawa)
4.    Di antara zat berikut yang merupakan senyawa adalah …..
a.    Perunggu  (campuran)
b.    Kuningan (campuran)
c.    Besi (unsur)
d.    Air raksa (unsur)
e.    Urea (senyawa) *
5.    Zat yang bisa diuraikan dengan reaksi kimia menjadi zat lain yang lebih sederhana adalah ….
a.    Campuran
b.    Unsur
c.    Larutan
d.    Logam
e.    Senyawa *
6.    Zat yang dengan reaksi kimia biasa tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana adalah …..
a.    Campuran
b.    Larutan
c.    Senyawa
d.    Unsur *
e.    Logam
7.    Dari berbagai sifat-sifat zat berikut:
                      i.        Terdiri atas berbagai zat tunggal
                    ii.        Dapat dipisahkan dengan perubahan fisika
                   iii.        Mempunyai komposisi tertentu
                   iv.        Dapat diuraikan dengan reaksi kimia
                    v.        Sifat komponennya masih tampak
Yang termasuk sifat senyawa adalah …..
a.     .i dan ii
b.     .ii dan v
c.     .iii dan iv *
d.     .iv dan v
e.     .i dan v
8.    Bila diketahui :
1.    Campuran garam dan air
2.    Perunggu
3.    Campuran semen dan pasir
4.    udara
yang merupakan campuran adalah …..
a.    1, 2, 3
b.    1, 3, 4
c.    2, 3, 4
d.    1, 2, 4
e.    1, 2, 3, 4 *
9.    Zat di bawah ini yang tergolong zat murni adalah …..
a.    Air kali
b.    Air laut
c.    Air suling *
d.    Air ledeng
e.    Air susu
10. Pernyataan di bawah ini yang paling benar adalah …..
a.    Unsur adalah zat yang dapat terurai menjadi zat yang lain
b.    Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri dari satu unsur
c.    Campuran selalu mempunyai perbandingan yang sama di antara komponennya
d.    Larutan adalah campuran yang homogen
e.    Setiap zat murni adalah unsur
11. Di antara zat berikut :
1)    Perunggu
2)    Air raksa
3)    Gula
4)    Udara
Yang bukan merupakan campuran adalah …..
a.    1) dan 2)
b.    1) dan 3)
c.    2), 3) dan 4)
d.    2) dan 3)
e.    3) dan 4)
12. Pasangan ini yang merupakan unsur adalah …..
a.    Air dan besi
b.    Oksigen dan tanah
c.    Garam dan karbon
d.    Hidrogen dan udara
e.    Oksigen dan belerang
13. Di antara unsur-unsur berikut yang bukan merupakan logam adalah …..
a.    Tembaga
b.    Air raksa
c.    Seng
d.    Belerang
e.    Timah
14. Zat yang jika bercampur dengan air bisa dipisahkan dengan cara penyaringan adalah …..
a.    Bensin
b.    Gula
c.    Cuka
d.    Garam
e.    Pasir
15. Campuran yang dapat dipisahkan dengan cara kristalisasi adalah …..
a.    Gula dan air
b.    Minyak tanah dan air
c.    Pasir dan air
d.    Susu dan air
e. Bensin dan air

Jumat, 07 Oktober 2016

Sinar Radioaktif dan Sifat-sifatnya | Kimia Asyik

Noer Ima Kaltsum : Sinar Radioaktif dan Sifat-sifatnya
Sinar radioaktif yang dipancarkan oleh isotop-isotop radioaktif tidaklah homogeny. Penelitian terhadap sinar radioaktif di bawah pengaruh medan listrik menunjukkan bahwa sinar radioaktif terpisah menjadi komponen, yaitu sinar alfa, sinar beta dan sinar gamma.
a.    Sinar alfa (α) merupakan partikel bermuatan positif yang terdiri dari inti-inti atom helium. Di bawah pengaruh medan magnet sinar ini disimpangkan ke kutub negative.
b.    Sinar beta (β) merupakan partikel bermuatan negative yang terdiri dari arus electron berkecepatan tinggi. Di bawah pengaruh medan magnet sinar ini disimpangkan ke kutub positif.
c.    Sinar gamma (É£) merupakan gelombang elektromagnetik yang bersifat netral, karena tidak dipengaruhi medan magnet.
Oleh karena sinar α merupakan partikel inti atom helium, maka dilambangkan juga notasi 2He4, sedangkan sinar beta dilambangkan dengan notasi -1e0 atau -1β0. Selanjutnya diketahui  bahwa ketiga sinar radioaktif itu mempunyai daya tembus dan daya pengion sangat besar.
Perbandingan daya tembus dan daya pengion sinar α, β, dan ɣ digambarkan seperti yang tertulis pada table dan gambar::
Tabel 1. Perbandingan kekuatan sinar radioaktif

Sinar
Daya tembus
Daya pengion
Sinar alfa, α
1
10000
Sinar beta, β
100
100
Sinar gamma, ɣ
10000
1

Senin, 29 Agustus 2016

Pergeseran kesetimbangan

Pergeseran kesetimbangan
Ada 3 aksi yang dapat dilakukan agar system kesetimbangan dapat bergeser ke arah yang dikehendaki, yaitu mengubah konsentrasi zat, mengubah suhu dan mengubah tekanan atau volume gas.
Menurut Henry Louis Le Chatelier dari Perancis, apabila dalam system kesetimbangan diberikan aksi, maka system akan mengadakan reaksi sedemikian rupa, sehingga pengaruh aksi tadi menjadi sekecil-kecilnya.
Prinsip ini kemudian dikenal dengan prinsip pergeseran kesetimbangan atau Azas Le Chatelier. Dengan demikian, bila pada suatu system kesetimbangan diberikan aksi (perubahan-perubahan), maka system akan mengadakan reaksi (menggeser letak kesetimbangan).
1.    Pengaruh perubahan konsentrasi
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka sisten akan bergeser dari arah zat tersebut. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka system akan bergeser ke arah zat tersebut
2.    Pengaruh perubahan suhu
Apabila suhu system dinaikkan, reaksi akan bergeser ke arah endotermis. Apabila suhu system diturunkan, maka reaksi akan bergeser ke arah eksotermis.
3.    Pengaruh perubahan tekanan atau volume
Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), maka system akan bergeser ke arah reaksi dengan jumlah mol yang lebih kecil.
Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), maka system akan bergeser ke arah reaksi dengan jumlah mol yang lebih besar.
Pengaruh katalisator
Dalam system kesetimbangan, katalisator tak mempengaruhi letak kesetimbangan. Penambahan katalis pada system kesetimbangan berfungsi untuk mempercepat tercapainya keadaan setimbang.
Latihan
Pada suatu system kesetimbangan berikut:
H2 (g) + I2 (g) ═ 2HI (g)      ∆H = + 11,3 kJ
Kalau ∆H = positif maka reaksinya endoterm
Kalau ∆H = negative maka reaksinya eksoterm
Tentukan ke arah manakah reaksi akan bergeser, bila:
a.    Konsentrasi H2 diperbesar
b.    Konsentrasi H2 diperkecil
c.    Konsentrasi HI diperbesar
d.    Suhu dinaikkan
e.    Tekanan diperbesar

TETAPAN KESETIMBANGAN KIMIA (Kc)
Reaksi kesetimbangan:
1.    3H2 + N2 ═ 2NH3
Kc = [NH3]2/ [H2]3 . [N2]
2.    H2 + I2 ═ 2HI
Kc = [HI]2 / [H2] . [I2]

LATIHAN (dikumpulkan)
1.    Sebutkan ciri-ciri kesetimbangan dinamis!
2.    Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia!
3.    Dari nomor 2, jelaskan masing-masing!
4.    Sebutkan bunyi azas Le Chatelier!
5.    Tuliskan Kc dari reaksi kesetimbangan berikut:
CaCO3 (s)   = CaO (s)  +  CO2 (g)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Menghadapi Perbedaan Pendapat (MGMP Kimia)

Novel vs buku pelajaran
dok.pri
Menghadapi Perbedaan Pendapat (MGMP Kimia)
Hujan turun di pagi hari. Kata suami bukan di pagi hari melainkan sejak malam hari. Suami berada di bumi perkemahan, Delingan, Karanganyar. Kabarnya jam satu malam turun hujan. Jadilah adik-adik pramuka menyelamatkan diri di tengah malam. Memang sih tidak terlalu gelap.
Hari ini saya libur kelas, tidak mengajar. Ada agenda menghadiri pertemuan MGMP Kimia di SMK N 2 Karanganyar. Saya bersiap-siap untuk menerima saja yang menjadi keputusan. Kali ini membahas tentang materi pelajaran yang akan diajarkan untuk kelas X, XI dan XII.
Oleh karena ada 2 versi kurikulum yang dipakai, saya cenderung manut saja. Mengapa demikian? Sudah beberapa tahun, MGMP Kimia tidak lagi berjalan/tidak mengadakan pertemuan. Tidak ada pertemuan seperti tahun-tahun sebelumnya. Masing-masing sekolah berjalan sendiri-sendiri. Materi pelajaran yang disampaikan juga menyesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing.
Saya memberikan materi pelajaran tidak terlalu detil mengingat waktu yang tersedia tidak banyak. Menyampaikan materi Kimia 2 jam/minggu, dengan Bab yang banyak itu jelas tidak bisa sampai detil. Yang penting tujuannya tercapai.
Di Kabupaten Karanganyar ini, 2 kurikulum (pilihan) digunakan di sekolah. Kurikulum KTSP dan K13 (Kurtilas). Sekolah saya menggunakan KTSP. Selama tak ada pertemuan MGMP, saya menyampaikan materi pelajaran sesuai urutan logis dan menyesuaikan waktu yang tersedia. Semua berjalan dengan baik-baik saja, tak ada kendala yang berarti.
Akan tetapi musyawarah siang ini menjadi cukup alot, sebab ada perbedaan antar sekolah dalam menyampaikan urutan materi. Saya hanya membatin, pada silabus sudah ada acuannya. Tapi guru bisa menyampaikan materi disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Itu artinya kalau selama ini bisa tetap berjalan meski tak ada pertemuan MGMP, namanya luar biasa.
Di SMK, waktu belajar anak berkurang karena ada program Prakerin/PKL. Oleh sebab itu guru harus pandai-pandai menyiasati. Saya mengambil langkah sedemikian rupa agar materi bisa disampaaikan semuanya dengan baik.
Sebenarnya saya tidak sependapat dengan usulan-usulan teman-teman dari sekolah lain. Untuk KTSP, tiap sekolah bisa saja beda penyampaiannya (ini penting). Kita tak bisa untuk menyamakan semuanya. Menyamakan persepsi boleh-boleh saja, tapi kalau tak bisa dilakukan di sekolah tentu saja guru bisa mengambil langkah yang lain.
Tapi sudahlah. Saya tidak mau berdebat. Secara administrasi mungkin sama, tapi prakteknya bisa saja berbeda. Dan saya sudah nyaman dengan menyampaikaan materi sesuai urutan yang biasa saya lakukan. Andai kita berbeda, tidak masalah. Yang penting kewajiban membuat RPP dan membuat kisi-kisi soal, soal dan kunci jawabannya terpenuhi.
Malam ini saya mulai menyusun serangkaian tugas mengajar. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan saya. Seandainya ini yang terbaik, jadikan ilmu yang pernah saya sampaikan dengan niat ibadah ini sebagai amal jariyah. Amin. Ikhlas dalam berbagi ilmu.
Karanganyaar, 13 Agustus 2016

Kamis, 25 Februari 2016

Diet Plastik Bukan Meninggalkan Plastik Sama Sekali

Ketika saya masih kecil, sekitar tahun 80-an, bila ibu menyuruh saya ke warung, beliau selalu membekali saya tas belanjaan. Di warung, pedagang membungkus apa saja memakai daun pisang, daun jati dan kertas. Bumbu dapur, bawang merah, bawang putih, lombok, bumbu pawon (rempah-rempah) dibungkus daun atau kertas.

Tempe dan tahu bacem dan segala macam gorengan serta lauk dibungkus dengan daun pisang atau daun jati. Kalau membeli sayur matang biasanya membawa rantang/wadah sendiri. Orang membeli  dan mengkonsumsi telur masih jarang. Kalaupun membeli rata-rata maksimal 8 butir. Kalau untuk telur memang dibungkus memakai plastik.

Sampai di rumah bumbu tadi dimasukkan ke dalam besek (anyaman dari bambu), kertas dan daun dikumpulkan. Daun bisa dibuang di tempat sampah, sedangkan kertas bisa dibakar (ah, ini tidak menjaga lingkungan. Jangan mencoba/membiasakan membakar benda-benda)

Untuk pembelian beras, ada kertas khusus atau memakai karung bekas gandum. Orang membeli minyak goreng di warung juga minyak goreng curah, sehingga untuk wadah harus membawa sendiri. Dulu  orang membeli minyak goreng juga tidak dalam jumlah banyak. Paling satu gayung, ukurannya 100 ml. Untuk menggoreng tempe, tahu, telur, gereh pethek. Tidak banyak orang yang membeli minyak dalam jumlah setengah sampai satu liter.

Ketika saya kecil dulu, orang menkonsumsi makanan hanya secukupnya dan tidak berlebihan. Orang juga tidak akan berbelanja berlebihan. Berbeda dengan orang sekarang. Semua bisa dibeli sekaligus dalam sebulan. Ada kulkas yang siap menampung sayur dan buah segar, telur, daging, dan lain-lain.

Alat makan piring, gelas dan mangkok masih dikuasai kaca (Bahasa Jawa: beling). Selain dari kaca juga dari aluminium, seperti piring blek, cangkir, teko. Sendok makan, sendok sayur (bahasa Jawa Irus), enthong dan suthil terbuat dari aluminium. Kalau di Yogyakarta, irus terbuat dari tempurung kelapa dengan pegangan bambu. Wadah makanan didominasi panci blirik (loreng-loreng hijau, coklat, atau biru), aluminium atau baja.

Ember terbuat dari seng atau karet. Tempat air, ada genthong, periuk (pengaron) terbuat dari tanah liat. Gayung disebut juga siwur terbuat dari tempurung kelapa dengan pegangan bambu.

00000

Sepuluh tahun kemudian, plastik mulai banyak dipakai orang. Untuk perabotan rumah tangga, mula-mula yang mulai memakai plastik adalah ember dan gayung. Piring dan tempat minum, nampan/baki, juga terbuat dari plastik. Produk daur ulang plastik membuat toko-toko, warung dan pasar dipenuhi aneka macam wadah dari plastik.

Kursi plastik, rak plastik (parahnya beberapa bulan yang lalu ada beras plastik, sungguh terlalu!), sepatu plastik. orang membeli satu gorengan saja pakai plastik. Roti satu (ukurannya sangat kecil) juga diberi wadah plastik. Wow, menjaga kebersihan dan biar sehat.

Tempe, daging, ikan, bumbu, sayur, buah, aneka minuman dan minuman wadahnya sebagian plastik. Belanjaan wadahnya plastik. Kalau dulu orang membeli barang, wadahnya/tasnya bawa sendiri kalau tidak membawa tas plastik biasanya kita harus beli. Kalau tidak beli berarti kita diberi tas bekas.

Sekarang tidak, warung kecil saja mengeluarkan tas plastik ongkosnya tidak dibebankan konsumen. Alasannya, tas plastik yang dikeluarkan sudah masuk dalam biaya produksi alias modal awal.

Lantas plastik yang sukar terurai ini menguasai dan mencemari lingkungan. Baik darat maupun air. Jangan tanya datanya dari mana, lihat saja di sekitar kita. Tidak perlu jauh-jauh dan butuh data kuantitatif.

Dengan alasan praktis, pemakaian plastik secara besar-besaran tidak dapat dicegah. Tapi kita bisa kok mengurangi penggunaannya. Mulailah dari keluarga kita. Kita memang tidak bisa meninggalkan plastik sama sekali, karena kita juga masih menggunakan benda/barang berasal dari plastik Coba dilihat isi dapur dan kamar mandi. Apakah benar-benar bebas dari plastik? Selamat, bagi Anda yang sudah bebas blas tak memakai barang/benda dari plastik.

Cek isi kulkas, kurangi pemakaian kantong plastik untuk wadah makanan/minuman (sebenarnya jangan menaruh makanan/minuman dalam plastik). Ingat, kantong plastik tidak sama dengan wadah plastik. Wadah plastik pemakaiannya bisa berulang-ulang dalam waktu lama (bisa dicuci). Kalau kantong plastik, biasanya pemakainannya relatif lebih singkat bahkan senderung sekali pakai.

Kalau sudah melihat isi rumah kita, seberapa banyak pemakain kantong plastik/wadah dari plastik maka kita beralih ke luar rumah kita. Di pinggir jalan sekarang banyak warung, mobil berjalan, motor berjalan atau outlet menyediakan minuman dengan wadah kantong plastik atau gelas plastik (beserta sedotannya). Apakah plastik tersebut kita mendapatkan secara gratis? O, tentu saja tidak.

Contoh satu porsi minuman (gelas plastik) dihargai dua ribu lima ratus rupiah. Apakah gelasnya gratis? Ternyata tidak. Bandingkan dengan minuman dalam kantong plastik dengan volume yang sama ternyata harganya jauh berbeda. Berarti ongkos wadah/gelas plastik dibebankan pada konsumen bukan? Keberatankah kita membayar wadah sekali pakai yang menimbulkan/membuat gunung sampah? Ternyata tidak!

Kalau di supermarket, toko, dan pasar sepertinya juga sudah diperhitungkan harga kantong plastiknya, sehingga harga barang juga sudah sewajarnya bervariasi. Kalau sekarang ada himbauan kantong plastik berbayar dan itu masih muriiiiih (murah banget). Orang tetap cenderung memilih membayar kantong plastik daripada repot-repot membawa dari rumah. Nah, sasaran diet kantong plastik/mengurangi kantong plastik jadi tidak tercapai. Butuh kesadaran dari kita, masyarakat yang mulai belajar peduli lingkungan.

Diet kantong plastik bukan meninggalkan plastik sama sekali. Ayo, bijak menggunakan bahan dari plastik. Mari merasa nyaman dan tak terbebani dengan menggunakan ulang kantong plastik yang sudah ada. Berdamailah dengan ikhlas membawa tas plastik, masukkan dalam tas kita atau saku kita. Tunjukkan pada pedagang kalau kita juga bisa diet kantong plastik. Jangan merasa berat hati, sebab nanti bawaannya marah melulu.

Saya cendurung setuju dan mendukung diet kantong plastik agar sampah plastik tidak menggunung dan mencemari lingkungan. Ayo, ayo, go green.

Karanganyar, 25 Pebruari 2016


Selasa, 23 Februari 2016

Kimia Itu Gampang Dan Dekat Dengan Kita

Dalam belajar kimia ternyata tidak terlalu sulit. Untuk praktikum, semua bisa dilakukan dengan gampang. Bahkan sebagian bisa kita ambil bahan-bahan atau benda dari sekeliling kita. Dari dapur, dari kamar mandi, dari tempat obat, dari halaman atau kebun kita.

Yang sulit adalah kalau sudah berhubungan dengan rumus dan persamaan. Tapi itu bisa dipelajari dengan gampang juga. Lakukan membaca berulang-ulang dan kerjakan latihan sebanyak mungkin. Insyaallah Anda gampang mempelajari kimia.